Edi Yanto (何 萬 新)

Sesuatu Tidak Selalu Kelihatan Sebagaimana Adanya

Posted on: January 2, 2008


Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya.
Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya.

Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar
berukuran kecil yang ada di basement.
Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yg lebih tua
melihat bahwa dinding basement itu retak.

Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga
retak pada dinding basement itu lenyap.

Ketika malaikat yg lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu, malaikat yg lebih
tua menjawab,
“Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat
di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah.

Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai,
petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur
di atas tempat tidurnya.

Ketika matahari terbit keesokan harinya,
malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya
sedang menangis sedih karena sapi mereka
yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya
bagi mereka terbaring mati.

Malaikat yg lebih muda merasa geram.
Ia bertanya kepada malaikat yg lebih tua,
“Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi?
Keluarga yg pertama memiliki segalanya, tapi
engkau menolong menambalkan dindingnya yg retak.
Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi
walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita.
Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?”

Malaikat yg lebih tua menjawab,
“Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana
adanya.”

“Ketika kita bermalam di basement,
aku melihat ada emas tersimpan di lubang
dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak
dan
tidak bersedia membagi hartanya, aku menutup dinding
itu
agar ia tidak menemukan emas itu.”

“Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani
ini,
malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya.
Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya.”
“Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana
adanya.”

Kadang2 itulah yang kita rasakan ketika
kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya

terjadi.

Jika kita punya iman,
kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal

yang terjadi adalah demi kebaikan kita.

Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai
saatnya tiba…..

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,368 other followers


Edi Yanto
Oracle Applications Technical Consultant
View Edi Yanto's profile on LinkedIn

My Certifications






Follow me on Twitter

Archives

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Visitors

Categories

Blog Stats

  • 140,585 hits

Users Online

web counter

Pages

%d bloggers like this: