Edi Yanto (何 萬 新)

Perempuan yang Dicintai Suamiku

Posted by: Edi Yanto on: February 28, 2009

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

*Dear Meisha,*

*Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.*

*Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya. *

*Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.*
*Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.*

*yours,*

*Mario*

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” *Mario, suamiku….*

*Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..*

*Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.*

*Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”*

*Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.*

*Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.*

*Istrimu,*

*Rima”*

*D*i surat yang lain,

*”………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”*

Disurat yang kesekian,

*”…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.*

*Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….*

*Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”*

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

*”…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.*

*Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.*

*Tahukah engkau suamiku,*

*Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”*

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

*Dear Meisha,*

*Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?*

*Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….*

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. *Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika
seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.*

source : email

Tags:

8 Responses to "Perempuan yang Dicintai Suamiku"

Sungguh mengharukan… T_T

ahahaha… cewek2 yang dah punya pacar harus baca nih.
kadang cewek hanya mengeluh dan mengeluh atau cemburu sama cewek lain.

tidak pernah merenung atau berusaha agar berubah menjadi lebih baik. kalo cewek perhatian n sayang banget ama cowoknya, pasti cowoknya nggak bakal pindah ke lain hati.
bukan berarti cowok penurut n takut ama ceweknya, karena takut kehilangan walaupun cewek itu cakep banget. bisa jadi karena kasihan aja ama cewek tsb seperti cerita di atas.

so bagi cewek2 jmn sekarang, mending kembali ke alam deh..
pada dasarnya wanita itu diciptakan untuk melayani suami dan mengurus keluarga di rumah, kalo nggak gitu harusnya cowok yang ditakdirkan untuk hamil dan melahirkan donk..

wakakakakka…..

bagus banget artikelnya,,,,, apa lagi buat cwek2 sekarang ni banyak tututan tipi gak mau koreksi diri udah dilaksanakan belum kewajibanya sebagai seorang pacar atau istri.

trims………..

wah..wah.. yang kasih comments pada sakit hati ama cewek ya??

menurut gue tidak begitu lo.. kewajiban cewek bukan harus “melayani” suami kyk gt.. mereka juga perlu perhatian, kasih sayang dan pengertian dari pacar/suaminya…

sebenarnya antara pria dan wanita hrs saling menghargai dan mengerti, ada permasalahan harus dibicarakan.. komunikasilah yg terpenting diantara kondisi begini…

Bagi anda yg skg statusnya in relationship, pakah kalian sudah melakukan yg terbaik untuk kekasih Anda? apakah anda setia dan tidak selingkuh?

Pada hakekatnya wanita adalah sbg ‘pelayan’ suami, namun tidak seharusnya terlalu di’pojokkan’ dengan sesuai dengan hakekatnya itu. Dlm kisah ini kita dapat menarik benang merah bahwa sesungguhnya komunikasi adalah hal penting dlm kehidupan sepasang suami istri. kemukakan semua yg menjadi uneg-uneg masing-masing pribadi. Sebagai pria pun kita tidak bisa ’seenaknya’ merasa harus dilayani. Hargai wanita..

Kisah yang menyedihkan tapi membawa banyak pelajaran berharga
kadang kita ga sadar bahwa kita terlalu banyak menuntut, kita ingin orang lain memahami kita tapi kita tidak pernah berusaha memahami mereka
kadang kita justru memendam semua rasa itu baik itu rasa marah, sedih, kecewa atau malah rasa sayang
mulai sekarang dah saatnya kita tuk melakukan yang terbaik tuk orang yang kita sayangi agar tidak ada penyesalan di kemudian hari karena lebih baik kita terluka karena mencintai daripada menyesal karena tidak pernah membalas ataupun minimal bersyukur karena ada seseorang di luar sana yang sangat menyayangi dan mencintai kita
mulailah melihat apa yang ada di depan kita karena apa yang kita lihat di “halaman tetangga” belum tentu sebaik apa yang terlihat lebih baik memperindah hidup dan apa yang kita miliki.
Thank God 4 all u have given to me, for all sadness and happiness

Bila telapak tanganmu berkeringan, hatimu dag dig dug, suaramu bagai tersangkut ditenggorokan itu bkn cinta, melainkan SUKA.
Bila tanganmu tidak berhenti memegang dan menyentuhnya itu bkn cinta melainkan NAFSU.
Bila kamu bersedia memberikan semua yang kamu sukai itu bkn cinta melainkan KEMURAHAN HATI.
Bila kamu berkata padanya bahwa dialah satu2nya itu bkn cinta melainkan GOMBAL.
Bila kamu suka dia karena dia selalu menemanimu itu bukan cinta melainkan KESEPIAN.
Bila kamu menerima dia karena takut dia sakit hati itu bukan cinta melainkan KASIHAN.

Cinta adalah pengorbanan
Mencintai berarti memberi
Cinta adalah kematian atas egoisme
mencintai berarti menerima apa adanya tanpa syarat, memang menyakitkan, tetapi ini adalah harga bayar untuk cinta

ya.. setiap orang punya pandangan masing2..
wajar aja…

i keep with my opini…

:P

Leave a Reply

RSS Syndication


Edi Yanto
Oracle Applications Technical Consultant
View Edi Yanto's profile on LinkedIn
Edi Yanto (何 萬 新) - Blogged Page Rank Check

My Certifications

RSS Edi Yanto (何万新)

  • Oracle Top-N Query October 2, 2009
    Using RANK function, with a faster execution plan (WINDOW SORT PUSHED RANK) SELECT Empno, Ename, Job, Mgr, Hiredate, Sal FROM (SELECT Empno, Ename, Job, Mgr, Hiredate, Sal, RANK() OVER (ORDER BY SAL Desc) AS Emp_Rank FROM Emp) WHERE Emp_Rank
    Edi Yanto
  • Bersyukurlah… June 30, 2009
    AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN. Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu […]
    Edi Yanto
  • Cinta Sejati June 30, 2009
    Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ? Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ? Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ? Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ? Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan Tap […]
    Edi Yanto
  • Nice Story June 8, 2009
    Share on Facebook
    Edi Yanto
  • 5 Tips Agar Tak Mudah Lelah June 2, 2009
    Sebagian orang mengeluhkan kondisi tubuhnya yang cepat capai atau lelah. Kebanyakan orang menilai hal itu diakibatkan kerja ekstra. Tetapi, sebenarnya hal itu dilatarbelakangi kebiasaan seseorang sehari-hari. Berikut lima tips yang dikutip VIVAnews dari WebMD, Sabtu 25 April 2009 agar kondisi tubuh Anda tidak mudah capai atau lelah. 1. Lapar atau tidak, sara […]
    Edi Yanto
  • Belajar dari Alphabet May 29, 2009
    A : AcceptTerimalah diri anda sebagaimana adanya. B : BelievePercayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup. C : CarePedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup. D : DirectArahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri. E : EarnTerimalah penghargaan yang diberi orang lai […]
    Edi Yanto
  • How To Get the List of All Responsibilities Assigned To A User May 29, 2009
    Edi Yanto
  • Query To Find Multi-Org Is Enabled Or Not May 29, 2009
    SELECT DECODE (multi_org_flag, ‘Y’, ‘Multi-Org Enabled’, ‘Multi-Org Disabled’ ) FROM fnd_product_groups; Share on Facebook
    Edi Yanto
  • How To Find A Patch Is Applied For A Bug May 29, 2009
    Edi Yanto
  • Excel Limitations on Images in Oracle Apps May 23, 2009
    The Excel output can’t showing the image (even after you save and send to another person or open it at different notebook), but it is showing only small red color empty cross written ‘An Image’.  Why??? As many of you know or have noticed, our Excel output for all flavors of BIP/XMLP is not true binary [...]
    Edi Yanto

 

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Visitors

Blog Stats

  • 27,697 hits

Users Online

web counter

Pages